It's Leisure Time
Jl. Polisi Istimewa 1-H, Surabaya
031-568 2388

japan

Detiktravel. – Traveler mungkin pernah menonton reality show Ninja Warrior di TV. Tidak jauh beda, Jepang tengah membangun wahana rekreasi menantang ala Ninja Warrior.

Bagi traveler yang pernah menonton reality show Ninja Warrior, tentu dibuat ingin menjajal sejumlah tantangan buatan demi meraih skor waktu terbaik. Namun bukan hanya angan, traveler bisa menjajal aneka tantangan serupa di Sagamiko Resort Jepang.

Berlokasi di Prefektur Kanagawa yang berjarak sekitar satu jam dari Tokyo, traveler bisa mampir ke Sagamiko Resort dan mencoba jadi ‘Ninja Warrior’ sehari lewat wahana permainan Muscle Monster.

Dilihat detikTravel dari situs resminya, Rabu (22/2/2017) wahana rekreasi dengan permainan menantang itu masih sangat baru dan rencananya baru akan dibuka pada 25 Maret 2017 mendatang.

Bocorannya, wahana Muscle Monster akan memiliki tinggi sekitar 16 meter dari permukaan tanah. Untuk mecapai puncaknya, traveler diharuskan melewati aneka tantangan dari lantai satu hingga tiga.

Namun bukan sembarang tantangan, melainkan tantangan atletik yang menuntut keluwesan dan kekuatan badan. Misalnya saja lantai yang tidak stabil hingga pegangan kayu yang menggantung. Semuanya menuntut kekuatan fisik yang luar biasa.

Lantas apakah wahana ini aman? Traveler pun tidak perlu khawatir. Prosedur standarnya, setiap pengunjung akan dipakaikan tali pengaman lebih dulu sebelum menjajal aneka tantangan yang ada di Muscle Monster. Ya, tidak jauh beda dengan main wall climbing di arena panjat tebing.

Hanya perlu diingat, traveler tidak akan dipinjamkan kostum ninja saat mencoba wahana permainan Muscle Monster. Bagi traveler yang ingin mencoba, liburan saja ke Jepang di akhir Maret. (rdy/fay)

KOMPAS.com – Eropa menjadi impian banyak orang. Terang saja, kemegahannya dan suasana yang serba modern menjadikan kunjungan ke Eropa selayaknya mengunjungi negeri masa depan. Berikut beberapa alasan mengapa Anda harus datang ke Eropa.

Terdiri dari Banyak Negara. Eropa terdiri dari berpuluh-puluh negara yang bisa dijangkau dengan waktu singkat. Untuk itu, sekali datang ke Eropa wisatawan dapat mengelilingi beberapa negara sekaligus. Kalau Anda berminat untuk mengunjungi negara anggota Uni Eropa, ada baiknya mengajukan Visa Schengen sebagai kunci masuknya karena visa ini memungkinkan Anda untuk mengunjungi ke 26 negara yang notabene adalah sebagian besar negara anggota Uni Eropa.

Eropa Menawarkan Berbagai Pengalaman. Karena terdiri dari berpuluh-puluh negara, Eropa sarat akan keberagaman. Di sana Anda dapat menuai berbagai macam pengalaman. Di Eropa, Anda dapat menemukan dan mempelajari sejarah peradaban, budaya, mencicipi kuliner yang beragam, kemegahan kota, hingga keanekaragaman bahasa yang tentu saja dapat menjadi pengalaman unik.

Tak Semahal yang dipikirkan. Walaupun untuk sampai menginjakkan kaki di Eropa masih terbilang mahal, sebenarnya Anda mendapatkan harga yang pantas. “Berwisata ke Eropa memang terkesan mahal bagi banyak orang, padahal mereka dapat harga yang pantas. Kemegahan Eropa, kota-kota yang cantik, keamanan, infrastruktur yang sangat baik, hingga transportasi yang layak adalah bagian dari Eropa. Tentu tak mahal bila dibandingka apa yang bisa didapatkan di sana. lagi pula jangan lupa, jangan membandingkan dengan dollar. Dollar memang terus naik, tapi tidak dengan Euro,” ungkap Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Olof Skoov.

ShutterstockKota Amsterdam, Belanda.

Pengajuan Visa yang Mudah. Bagi duta-duta besar Eropa, pengajuan visa tidaklah sulit dengan catatan yang megajukan dapat memenuhi persyaratan dengan lengkap. Mereka tak pernah dan tak ingin menyulitkan wisatawan yang ingin mengunjungi negaranya. Visa ditolak hanya karena yang mengajukan tak data memenuhi persyaratan dengan lengkap dan tak ada tujuan yang cukup jelas untuk mengunjungi Eropa.

Aksesibilitas Mudah. Saat ini, aksesibilitas ke Eropa dari negara-negara seperti di Indonesia sudah cukup mudah. Sudah banyak maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ke Eropa. Salah satu kemudahan lainnya ialah persaingan harga maskapai penerbangan memungkinkan wisatawan mendapat tiket perjalanan ke Eropa yang relatif murah.

source: kompas.com

TEMPO.COJakarta – Anda tentunya ingin mendapat pengalaman mengesankan ketika melancong. Memilih rute dan tempat wisata sesuai minat tentu menjadi pertimbangan utama yang harus dilakukan.

Tetapi ada kesalahan umum yang kerap terjadi saat berwisata menurut majalah Travelounge edisi September 2013. Meski sudah sering melancong, bukan berarti kesalahan-kesalahan ini tak mungkin terjadi dan akhirnya membuat Anda tak nyaman.

1. Tergoda foto hotel atau resor
Jangan tergoda dengan foto yang dipasang di situs web sebuah hotel. Pengusaha hotel atau resor tentu akan memasang foto yang membuat propertinya lebih menarik. Lebih baik cermati rekomendasi pihak ketiga, seperti di situs wisata TripAdvisor.com dan Oyster.com. Biasanya, ada beragam komentar di sana sehingga Anda bisa menarik kesimpulan sendiri.

2. Memilih waktu yang terlalu mepet di antara dua penerbangan
Tidak jarang, kita harus mengatur sendiri penerbangan antarkota atau antarnegara karena maskapai tak menyediakan penerbangan langsung. Agar leluasa, sebaiknya siapkan selisih waktu sedikitnya 1,5 jam di antara penerbangan pertama dan penerbangan berikutnya.

Jangan tergoda memesan dua penerbangan dengan waktu mepet. Sekilas, jeda waktu 45 menit tampaknya sudah cukup. Tapi Anda tak ingin rencana liburan Anda berantakan hanya karena masalah bagasi atau keterlambatan di penerbangan pertama, bukan?

3. Terlalu bernafsu menjelajah
Berada di tempat baru biasanya membuat kita ingin mampir ke berbagai lokasi dan objek wisata. Sebaiknya, tahan nafsu Anda. Jangan biarkan keinginan yang menggebu-gebu mendominasi perencanaan liburan. Ada banyak kota yang justru bisa dinikmati dalam suasana santai.

Mengunjungi terlalu banyak objek wisata dalam satu hari malah akan membuat Anda lelah dan pada akhirnya tak bisa menikmati perjalanan. Sebaiknya, pilih-pilih lokasi yang ingin Anda kunjungi, atau kalau bisa, menambah hari libur tentu lebih menyenangkan.

4. Kepincut keramaian di restoran
Ingat, ramai belum tentu enak. Bisa saja restoran yang Anda lewati ramai karena pelayanannya yang lambat. Jika ingin berwisata kuliner dan memanjakan lidah, ada baiknya mencari info di internet soal tempat makan yang nikmat sebelum Anda berangkat.

Jangan ragu juga untuk bertanya pada penduduk lokal soal rekomendasi tempat makan. Bisa jadi rasanya lebih otentik dengan harga lebih murah, soalnya banyak resto dan kafe di lokasi wisata memasang tarif lebih tinggi dari harga standar.

5. Tak mengikuti minat sendiri
Banyak orang hanya mengikuti kegiatan yang sudah dilakukan orang lain dalam sebuah perjalanan. Rekomendasi teman tentu bisa jadi pertimbangkan, tetapi ingatlah bahwa setiap orang punya minat masing-masing. Ada yang senang mampir ke museum atau tempat kesenian, ada pula yang hanya ingin duduk-duduk menikmati suasana kafe atau pantai. Cobalah jujur pada diri sendiri, Anda termasuk tipe turis seperti apa?

source: tempo.co

Jakarta – Bagi traveler wanita, solo traveling adalah salah satu cara mencari jati diri. Kemandirian pun terasah. Namun sebelum melakukannya, berikut 5 tips yang perlu disimak agar perjalanan aman dan tanpa hambatan.

Saat traveling sendirian, banyak hal positif yang didapatkan pejalan wanita. Mulai dari jati diri, kemandirian, sampai kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Namun sebelum melakukannya, ada beberapa tips yang perlu disimak agar Anda aman selama bepergian.

Dihimpun detikTravel, Rabu (15/10/2014), berikut 5 tips solo traveling bagi wanita:

1. Jangan bawa semua uang cash 

Uang cash memang harus selalu dibawa saat pergi sendirian. Namun, jangan lantas semua uang cash dimasukkan ke dalam dompet dan Anda bawa serta.

Bawalah uang cash secukupnya. Sisanya, simpan di kamar hotel tepatnya dalam tas atau koper. Gemboklah tas Anda, jangan lupa bawa kuncinya. Jangan lupa bawa paspor dan kartu identitas ke manapun Anda pergi.

2. Jangan pakai perhiasan 

Wanita identik dengan perhiasan. Namun saat Anda bepergian, ada baiknya singkirkan dulu segala perhiasan dari tubuh Anda. Perhiasan akan mengundang perhatian banyak orang. Mungkin saja di antara mereka, ada pencuri yang siap beraksi.

Ada baiknya menyimpan perhiasan Anda di rumah, tak perlu dibawa saat traveling. Banyak barang lain yang lebih bermanfaat untuk solo traveling bukan?

3. Traveling di siang hari 

Bagaimanapun, siang hari lebih aman dibanding malam. Hal itu juga berlaku saat wanita traveling sendirian.

Pagi hingga sore hari adalah waktu terbaik untuk menjelajah kota, mengunjungi berbagai tempat atau museum. Anda boleh saja jalan-jalan malam hari, namun jangan sampai terlalu larut.

Begitupun saat perjalanan dari satu kota ke kota lain. Akan lebih aman jika Anda naik bus, kereta, atau pesawat di siang hari.

4. Jangan mabuk 

Jika Anda seorang peminum alkohol, pastikan jangan sampai mabuk saat traveling. Hal ini akan sangat membahayakan, apalagi bagi wanita yang traveling sendirian.

Sama halnya dengan menyambangi pub atau kelab malam. Hal itu tak disarankan bagi wanita yang traveling sendirian. Mengunjungi tempat-tempat wisata dan menikmati atmosfer setempat adalah hal paling menyenangkan saat perjalanan bukan?

5. Jangan mementingkan gaya 

Bagi wanita, tampil gaya sangat penting termasuk saat traveling. Namun bukan berarti Anda harus bergaya maksimal saat bepergian. Hal itu akan sangat merepotkan, terutama jika Anda traveling sendirian.

Pakailah baju yang nyaman dan usahakan tidak mencolok. Membaur dengan warga lokal akan lebih baik, dibanding ‘mentereng’ sendirian dan tampak sangat turis.

source: detik.com

Jakarta – Bahasa Inggris masih tergolong bisa dimengerti banyak traveler Indonesia. Namun bagaimana dengan bahasa Vietnam, atau Rusia yang mungkin hanya bisa dimengerti oleh segelintir traveler. Nah, ini cara bertahan saat liburan ke sana!

Melancong ke tempat eksotis memang seru. Namun bagaimana jika bahasa jadi kendala? detikTravel, Jumat (17/10/2014) mengumpulkan tips untuk bertahan di negara dengan bahasa yang super asing:

1. Selalu pegang kamus

Terlebih jika tulisannya tidak sama seperti alfabet. Membawa kamus sungguh hal yang wajib dilakukan. Pilihlah kamus yang memiliki 2 bahasa, misal Korea-Inggris dan Inggris-Korea.

Sehingga, saat tersesat, Anda bisa mencari kalimat di bagian bahasa Inggris dan menunjukkan ke orang lokal bagian bahasa lokalnya. Jangan lupa, pilihlah kamus yang punya bagian per kalimat.

2. Aktifkan layanan internet

Jika tak mau membawa kamus, nyalakan layanan internet. Belilah layanan data dari kartu SIM lokal yang bisa diaktifkan selama liburan di sana.

Jangan lupa, unduh aplikasi kamus atau translator. Jika pusing menulis, Anda bisa menggunakan fitur suara untuk mencari arti sebuah kata atau kalimat. Jadi saat bertemu dengan orang lokal, Anda bisa mengetik maksud perkataan dalam bahasa dan mengartikannya ke dalam bahasa lokal. Sehingga komunikasi bisa jauh lebih lancar.

3. Tulis

Jika tidak bisa melafalkannya dengan benar, tulis saja. Nanti jika bertemu dengan orang lokal, Anda bisa menunjukkan tulisan dan dengan segera mereka bisa mengerti apa maksud atau arah yang ingin Anda tuju.

Nah, ini berlaku jika bahasa masih menggunakan huruf alfabet. Lalu bagaimana jika menggunakan huruf yang lain? Baca poin selanjutnya!

4. Foto

Pusing menulis huruf kanji? Mengapa tidak memotretnya saja. Dengan memotret nama jalan atau kalimat yang tidak dimengerti, Anda sudah bisa mendapatkan kejelasan dengan lebih cepat dibanding berbicara.

Pastikan Anda memotret dengan benar, jangan sampai kata atau kalimatnya terpotong. Karena jika tidak, makna yang tersampaikan juga akan beda.

source: detik.com